Tulisan isnawijayani

Beranda » ARTIKEL » MENUNGGU TELEVISI LOKAL HADIR DI PALEMBANG

MENUNGGU TELEVISI LOKAL HADIR DI PALEMBANG

MENUNGGU TELEVISI LOKAL  HADIR DI PALEMBANG

Dr. Hj. Isnawijayani, Msi

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Selatan

 

           Sejak Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Selatan terbentuk, sudah 4 pemohon TV Lokal, yang sedang melaksanakan proses perijinan. Palembang TV, Sky TV, Sriwijaya TV, dan HK TV. Dengan demikian untuk sementara alokasi saluran frekuensi / kanal yang diinginkan sudah terisi semua sesuai peta alokasi frekuensi / kanal yang ditetapkan Pemerintah..  Jumlah yang cukup besar untuk dunia pertelevisisn. Hal ini menunjukkan bahwa wong Palembang, ingin sekali eksis didunia penyiaran bergambar. Banyak persyaratan yang harus dipersiapkan. Disamping Modal uang, SDM, peralatan, dan manajen, juga modal keseriusan. .Bukan hanya ingin Top (populer), tanpa  harus kerja keras untuk  tersedianya sumber daya manusia yang profesional dan sumber daya lainnya sehingga TV Lokal tersebut mampu menyelenggarakan siaran secara berkesinambungan

Sebelum mendirikan TV Lokal, pemohon harus memahami bahwa spektrum frekuensi radio yang akan digunakan merupakan sumber daya alam terbatas dan merupakan kekayaan nasional yang harus dijaga dan dilindungi oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai dengan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pasal 33 ayat 3 UUD 1945 dan agar segera tercipta satu sistem penyiaran nasional yang diamanatkan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, maka ditetapkan Prosedur IPP (yang dilengkapi dengan Panduan Prosedur Administratif Permohonan IPP) untuk membantu pelaku industri penyiaran, baik yang baru maupun yang lama dalam proses penyesuaian diri sesuai Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 Ketentuan Peralihan Pasal 60;

Setiap lembaga penyiaran wajib memperoleh Izin Penyelenggaraan Penyiaran sebelum menyelenggarakan kegiatannya.Izin Penyelenggaraan Penyiaran adalah hak yang diberikan oleh Negara kepada lembaga penyiaran untuk menyelenggarakan penyiaran dan secara administratif diberikan oleh Negara melalui KPI.KPI terdiri atas KPI Pusat yang dibentuk di tingkat pusat dan KPI Daerah yang dibentuk di tingkat provinsi. Prosedur administratif permohonan IPP dimulai dari KPID setempat). Apabila di daerah provinsi tertentu belum terbentuk KPID, maka permohonan dan proses selanjutnya diselenggarakan oleh KPI Pusat. Prosedur Perizinan Penyelenggaraan Penyiaran diberlakukan secara serentak di seluruh Indonesia untuk semua Lembaga Penyiaran jasa penyiaran radio dan jasa penyiaran televisi.Informasi perihal proses perizinan bisa diakses oleh masyarakat secara terbuka dan transparan melalui KPI.

Sebelum memulai proses perizinan, Pemohon harus membaca dan memahami Panduan yang dipersyaratkan denganlengkap. Disinilah proses pembelajaran dengan serius dimulai. Hal ini terdiri dari semua berkas dan formulir yang harus diisi; setiap dokumen yang sah atau fotokopi yang harus dilengkapi.

Walau sudah bekerja keras, KPI tidak menjanjikan secara implisit atau eksplisit, bahwa permohonan IPP akan serta merta diluluskan sebelum Pemohon dinyatakan secara resmi menerima sertifikat IPP. Dan semua perubahan yang berkaitan dengan prosedur permohonan IPP akan senantiasa diberitahukan ke publik. Dalam proses permohonan publik dapat memberikan masukan di setiap proses permohonan IPP mulai dari awal hingga akhir, terutama pada saat Evaluasi Dengar Pendapat (Public Hearing) antara Pemohon dan KPI;

sebelum memperoleh izin tetap penyelenggaraan penyiaran, lembaga penyiaran radio wajib melalui masa uji coba siaran paling lama 6 (enam) bulan dan untuk lembaga penyiaran televisi wajib melalui masa uji coba siaran paling lama 1 (satu) tahun, dengan memperhatikan semua persyaratan yang telah ditentukan sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 34 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran;

Pemohon yang lulus dan mendapatkan IPP akan diumumkan ke publik,  setelah lulus Masa Uji Coba Siaran, Pemohon akan diberikan IPP untuk menjalankan usaha jasa penyiaran radio atau televisi secara sah dengan selalu mematuhi peraturan dan perundangan yang berlaku. Panjangnya proses perijinan, publik dapat mengetahui secara transparan, bahwa tidak mungkin sebuah ijin itu diberikan dengan diam-diam dan tiba-tiba.

Ketika Evaluasi Dengar Pendapat, kelihatannya ke-empat TV ini berjalan dengan baik sesuai dengan Visi, Misi yang mereka berikan. Bahkan diadakan ditempat yang cukup bergengsi. Ini menunjukkan mereka memang memiliki modal dan tidak miskin (kurang modal). Dalam penataan dunia penyiaran yang diamanatkan UU No. 32, memang harus demikian.

sebuah organisasi itu dapat hidup dengan sehat apabila memiliki komponen Technology, Environment, and Personel. Teknologi itu menurut buku-buku Management adalah:organisasi dan aplikasi pengetahuan untuk tercapainya tujuan praktis. Ia meliputi manifestasi fisik seperti alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga teknik dan proses intelektual yang dipakai untuk memecahkan masalah dan memperoleh hasil yang diinginkan.Teknologi dalam organisasi mempengaruhi jenis input masuk ke dalam organisasi dan output yang keluar. Setiap organisasi dipengaruhi oleh pesatnya kemajuan teknologi. Cara suatu organisasi menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi berpengaruh besar terhadap subsistem organisasional lainnya. Oleh karena itu, struktur organisasi adalah pola formal mengelompokkan orang dan pekerjaan struktur digambarkan melalui bagan organisasi. Ternyata teknologi dalam proposal TV lokal yang diajukan kelaihatannya memungkinkan. Perkembangan yang semakin pesat dalam perangkat keras komputer dan system perangkat lunaknya, telah membuat semakin canggihnya system keputusan informasi pada level operasi dan koordinasi disemua bagian, hal ini nampak akan terjadi, termasuk dalam adanya online pemberitaan, foto/film digital, dan surat-menyurat elektronik.

Customer (Pemakai Produk). Sisi lain keberhasilan tv terletak pada customer, yaitu pemirsa atau orang yang menonton tv  dan advertiser (pemasang iklan) adalah orang yang membeli ruang dalam tv untuk keperluan iklan. Masyarakat palembang harus dipaksa sedemikian rupa untuk mencintai TV Lokal disamping tvri sumsel yang lebih dulu hadir sebagai TV Publik!

Disisi lain External provider terdiri dari 3 bagian, iaitu :External provider 1 : Supplier,External provider 2 : Financier, External provider 3 : Government.  Supplier : terdiri dari news source (sumber berita) dan advertiser (pemasang iklan). Sumber berita memberikan banyak masukan berita tanpa bayaran. Di Indonesia juga di Palembang sumber berita tidak pernah dibayar, kecuali untuk penulis kolomn, opini dan artikel di suratkabar. Kemudian pemasang iklan seharusnya memberikan masukan uang yang besar kepada tv lokal. Untuk melayani keduanya diperlukan teknologi yang mendukung.

Financier : adalah orang yang memberikan dana untuk kehidupan organisasi disebut juga sebagai The Owner. Menurut Lars Engwal, ada 3 jenis the owner : (1). Political parties or organizations, (Partai Politik atau  Organisasi) (2). Private groups or person (Grup swasta atau perorangan), and (3) Special foundation (Yayasan khusus). Untu. Dalam hal keredaksian the owner tidak ikut serta, biasanya hanya dalam hal keuangan, untung dan rugi. Namun demikian jika pemberitaan dianggap akan merugikan negara, biasanya the owner akan menutup atau tidak mengijinkan siaran program tertentu.Jadi yang diharapkan oleh the owner secara tidak langsung adalah laba atau keuntungan.

Government : Hubungan antara tv dengan pemerintah, didasarkan kepada besarnya pengaruh pada system pers yang digunakan di negara tersebut. Oleh kerana itu government pemerintah secara tidak langsung memiliki kekuatan tersendiri dalam kehidupan tv. Berbicara tentang pemerintah tidak juga terlepas dari hubungan tv dengan masyarakat, yang berarti dengan teori media massa pembangunn (Development Media Theory dan Democratic Participant Media Theory). Pemerintah pasti mendukung kalau sesuai keinginan masyarakat.

Competitor: Saingan. EmpatTv Lokal yang akan hadir  di palembang bersaing dalam menghadapi pemirsa, pemasang iklan, sumber berita, pemodal (the owner), pemerintah. Nantinya Palembang TV menjadi TV Keluarga, Sky  TV menjadi TV Olahraga, Sriwijaya TV menjadi televisi budaya dan HK TV menjadi televisi hati Nurani dan Keadilan. Mana yang dilpilih untuk ditonton, diserahkan sepenuhnya kepada pemirsa.

Personal : SDM TV Lokal. Dalam proposal SDMnya terdiri tiga bagian, perusahaan, siaran dan pemberitaan. Tinggal lagi memanaje dengan baik.  SDM sudah berkualitas dan baik apalagi kalau ditunjang dengan teknologi. Karena teknologi yang digunakan tidak boleh mengganggu frekuensi lainnya, peralatan harus diukur terlebih dahulu oleh Balai Monitor.

Layak dan Tidak layak

KPID melakukan Rapat Pleno evaluasi dengar pendapat. Dalam evaluasi internal ini diputuskan apakah :Permohonan IPP Pemohon mendapat rekomendasi kelayakan dan dapat diteruskan ke tahap selanjutnya, atau Permohonan IPP Pemohon ditolak, dan kepada pemohon yang bersangkutan akan diberikan surat pemberitahuan penolakan.

Melihat keseriusan dan persyaratan yang dipenuhi, tentu KPID mempertimbangkan untuk tidak menolak dan mengirimkan dalam proses selanjutnya ke KPI di Jakarta. Namun demikian, sesungguhnya KPID dan publik akan dapat menilai setelah percobaan program itu disiarkan. Mana yang layak dan tidak mari kita tunggu hasilnya bersama. Proses menunggu ini bukan hanya pemohon yang hatinya berdebar-debar, tapi KPID pun merasakan demikian. Jangan-jangan setelah publik hearing di tempat yang bergengsi nanti hasilnya tidak bergengsi. Jangan-jangan nantinya untuk ajang berjualan ke orangan lain, jangan-jangan nantinya digunakan muatan politik, jangan-jangan dan jangan-jangan apa lagi?

Apapun hasilnya nanti, publik ikut menilai. Jangan sampai frekuensi yang diberikan dipergunakan tidak untuk kepentingan kemaslahatan publik. Mari Kita evaluasi kembali.

Sampai hari ini baru Palembang TV yang melakukan uji coba peralatan. Bagaimana dan apa yang nampak, silahkan publik menilainya sendiri!. Apapun hasilnya KPID Sumsel masih harus bertanggungjawab agar berhasil dengan baik.

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: