Tulisan isnawijayani

Beranda » ARTIKEL » DASAR-DASAR KOMUNIKASI DAN KETERAMPILAN DASAR PEMBELAJARAN

DASAR-DASAR KOMUNIKASI DAN KETERAMPILAN DASAR PEMBELAJARAN

 DASAR-DASAR KOMUNIKASI DAN KETERAMPILAN DASAR PEMBELAJARAN

Disampaikan pada Pembekalan Dosen Luar Biasa

Universitas Baturaja 25 Maret 2009

Dasar Komunikasi

Pembelajaran adalah proses komunikasi.  Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang (komunikator) kepada orang lain, baik langsung bertatap muka, maupun tidak langsung menggunakan media. Dengan menggunakan lambang-lambang berarti atau bahasa untuk merubah pendapat, sikap dan perilaku.  Dari banyak pengertian,  Komuniksi memiliki konsep (1994) :

  1. Simbol-simbol/verbal/ujaran
  2. Pengertian/pemahaman
  3. Interaksi/hubungan/proses sosial
  4. Pengurangan rasa ketidakpastian
  5. Proses
  6. Pengalihan/penyampaian/pertukaran
  7. Menghubungkan/menggabungkan
  8. Kebersamaan
  9. Saluran/alat/jalur
  10. Replikasi memori
  11. Tanggapan diskriminatif
  12. Stimuli
  13. Tujuan/kesengajaan
  14. Waktu/situasi
  15. Kekuasaan/kekuatan

Dosen adalah komunikator menyampaikan materi sebagai pesan dalam perkuliahan dan mahasiswa sebagai komunikan yang menerima pesan dari sang dosen. Kondisi  ketika dosen  memberikan kuliah inilah yang disebut komunikasi kelompok, namun dalam proses pembelajaran ketika terjadi diskusi antara dosen dengan mahasiswa komunikasi berubah menjadi intra dan inter komunikasi. Yang tadinya komunikasi searah menjadi dua arah. Disinilah terjadi proses pembelajaran.

Dalam perkuliahan terjadi komunikasi tatapmuka yang dialogis terjadi kontak pribadi, sebagai jenis komunikasi yang efektif untuk merubah sikap, pendapat, dan perilaku mahasiswa. Sebelum memberikan perkuliahan seorang dosen diwajibkan mempersiapkan penguasaan materi dengan membaca, menulis, melihat dan sebagainya. Bagi yang pemula untuk belajar dan berlatih mempresentasikan apa yang akan diberikan.

Ketika berhadapan dengan mahasiswa, bangkitkan perhatian begitu komunikasi dimulai dan hendaknya diusahakan :

1. Bersikap simpatik dan empatik

2. Tunjukkan sebagai komunikator terpercaya, dan menyakinkan

3. Bertindaklah sebagai pembimbing

4. Kemukakan fakta dan kebenaran, Bergaya mengajak, bukan menyuruh, Jangan bersifat super

5. Jangan mengkritik, ngotot, dan jangan emosional.

Hal ini untuk menghindari seorang dosen kehilangan etos  diri yang mencakup kehormatan, kemampuan, kepercayaan, kejujuran, moral, dan itikad baik. Gagalnya komunikasi dapat mengakibatkan hilangnya etos dosen sebagai seorang pemimpin.(Onong, 19840

Pembelajaran

Pembelajaran gaya lama (mengajar) berpusat pada dosen/guru dikenal dengan TCL (Teacher Centered Learning). Pengetahuan dipandang sebagai sesuatu yang sudah jadi tinggal dipindahkan dari dosen ke mahasiswa. Belajar adalah menerima pengetahuan (pasif-reseptif). Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan (bisa klasikal).  Kurikulum dipandang hanya sebagai dokumen. Penilaian hanya dari hasil yang tertulis dan benar saja.

Sekarang berubah menjadi Pembelajaran berpusat pada mahasiswa dikenal dengan SCL (Student Centered Learning). Pengetahuan adalah hasil konstruksi (bentuk) atau hasil transportasi seseorang yang belajar. Belajar adalah mencari dan mengkonstruksi (membentuk) pengetahuan yang aktif dan spesifik. Membelajarkan adalah menjalankan sebuah instruksi yang telah dirancang . Menjalankan berbagai strategi yang membantu mahasiswanya dapat belajar. Kurikulum dipandang sebagai kegiatan nyata. Peniliaian dari tugas, presentasi, seminar, dan membuat model.

Keterampilan  Berkomunikasi :

Dosen dan Mahasiswa Bertanya

Dosen perlu menguasai keterampilan bertanya karena: mahasiswa  harus dilibatkan secara mental-intelektual secara maksimal.  Pertanyaan yang baik agar mahasiswa belajar berpikir, merangsang mahasiswa untuk bertanya dan mengungkapkan pendapat, memusatkan perhatian mahasiswa dalam satu masalah. Dari sini seorang dosen dapat melihat atau mendiagnosis kelemahan mahasiswa.

Memberi Perhatian Pada Mahasiswa

Dosen berusaha membuat suasana menjadi antusias dan hangat, dengan variasi pertanyaan. Apapun jawaban yang diberikan, biasakan untuk memberi pujian, mengucapkan terima kasih, dan maaf untuk saran dan kritik. Begitu sebaliknya mahasiswa kepada dosen.

Jika memberi tugas, tugas itu harus dinilai, dan dikembalikan kepada mahasiswa. Komunikasikan sistem penilaian dan norma akademik yang diberlakukan dosen kepada mahasiswa

Sistem Penilaian  
Ujian Tengah Semester/tugas 1 & 2  25% + 25% = 50 %
Evaluasi Tugas 1 & 2  25 %
Ujian Akhir Semester  25 %
Total Nilai 100 %

Ketrampilan Menjelaskan memberikan materi dangan gaya yang bervariasi

Komunikasikan Fungsi Seorang Dosen dalam SCL(TOT KBK, 2008):

1. Memfasilitasi: Buku, Modul ajar, hand-out, jurnal hasil penelitian, dan waktu

2. Memotivasi :

Memberi perhatian

Memberi materi yang relevan dengan tingkat kemampuan mahasiswa dan dengan situasi yanh kontektual.

Memberi semangat dan kepercayaan kepada mahasiswa bahwa ia dapat mampu berkompetensi seperti yang diharapkan.

Memberi kepuasan pada mahasiswa terhadap pembelajaran yang telah dijalankan

3. Tutorial :

Menunjukkan jalan/cara/metoda yang dapat membantu mahasiswa menelusuri dan menemukan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan materi pembelajaran

4. Memberi Umpan Balik:

Memonitor dan mengkoreksi jalan pikiran hasil kerja untuk mencapai sasaran yang optimum sesuai dengan kemampuan.

Dengan kata lain dosen  (Tridoyo, 2007) sebagai Fasilitator baik dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik, maupun konatif.  hendaknya mampu membangun suasana belajar yang kondusif untuk belajar-mandiri (self-directed learning). Ia juga hendaknya mampu menjadikan proses pembelajaran sebagai kegiatan eksplorasi diri. Galileo menegaskan bahwa sebenarnya kita tidak dapat mengajarkan apapun, kita hanya dapat membantu mahasiswa untuk menemukan dirinya dan mengaktualisasikan dirinya. Setiap pribadi manusia memiliki “self-hidden potential excellece” (mutiara talenta yang tersembunyi di dalam diri), tugas dosen yang sejati adalah membantu mahasiswa untuk menemukan dan mengembangkannya seoptimal mungkin. Dosen, tidak hanya efektif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas saja (transfer of knowledge), tetapi lebih-lebih dalam relasi pribadinya dan “modeling”nya (transfer of attitude and values).

Kesimpulan : Dosen, mempersiapkan materi pembelajaran, mengkomunikasikan dengan inter dan intra, apa yang harus dilakukan dosen dan mahasiswa dengan etika akademik yang berlaku. Terjadi hubungan pembelajaran yang saling berinteraksi dan timbal balik.

Daftar Bacaan :

Djuarsa Sasa Senjaya, 1994, Teori Komunikasi, UI, Jakarta

Onong Uchjana Effendi, 1984, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Remaja Karya Bandung

Materi KBK, 2008

Riyanto, Theo., (2002), Pembelajaran sebagai Proses Pembimbingan Pribadi. Grasindo, Jakarta


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: