Beranda » ARTIKEL » KOMUNIKASI DALAM KEHIDUPAN

KOMUNIKASI DALAM KEHIDUPAN

KOMUNIKASI DALAM KEHIDUPAN

 OLEH ; PROF.ISNAWIJAYANI,M.SI

Media massa adalah salah satu komponen dari proses komunikasi yng memiliki unsur-unsur komunikasi. Selain komunikator, komunikan, dan komunike (pesan), menurut pengetahuan baru, dikenal dengan HUB Model (Hiebert, Ungurait dan Bohn) dalam buku Media VI, yaitu An Introduction to Modern Communications, Longman, 1991, mengatakan bahwa komponen proses komunikasi menjadi 12 komponen. Model ini menggambarkan bahwa komunikasi adalah proses yang interaktif. 12 komponen HUB Model ini adalah :

  1. Contents : isi media, yaitu isi pesan komunikasi yang sering disebut dengan komunike
  2. Komunikator, atau orang yang menyampaikan pesan atau sumber berita yang juga disebut sebagai konglomerat
  3. Codes, yaitu kode sebagai simbol suatu sistem yang unik dari masing–masing media
  4. Gatekeepeers, penjaga gerbang selaku cekpoin di dalam media untuk memulai, memodifikasi atau menghentikan pesan.
  5. Media massa sebagai lembaga yang kompleks dari masyarakat
  6. Pembuat aturan sebagai external watchdog (pengawas) untuk memonitor dan mengubah bahkan mematikan media dalam penampilannya.
  7. Filter selaku kerangka acuan bahwa khalayak menggunakan untuk mengerti atau menyaring pesan.
  8. Khalayak selaku pribadi
  9. Effects
  10. Noise, selalu interupsi dari proses komunikasi atau distorsi media
  11. Kekuasaan media untuk memfokuskan isu
  12. Feedback  (umpan balik)

Masing–masing komponen bersifat dinamis, tidak beku, saling bergantung, saling memberi dan menerima dan meskipun media massa merupakan himpunan, komponen di dalamnya cukup ruwet.

Kembali kepada perilaku hidup, tujuan komunikasi dari sajian media massa adalah perubahan yaitu perubahan perilaku. Perubahan yang paling ringan adalah perubahan informasi. Misalnya, sebelumnya  Amir belum tahu apa–apa, setelah ada sajian media massa ia mendapatkan informasi. Atau bisa saja Amir punya informasi A, setelah diterpa media massa informasinya menjadi A + 1.

Kemudian bisa terjadi perubahan pendapat, perubahan pendapat bisa terjadi setelah Amir memperoleh perubahan informasi. Setelah memperoleh informasi baru maka Amir berubah pendapat yang tadinya Amir mengagumi tokoh X, lalu pindah ke tokoh XY. Selanjutnya perubahan sikap. Sebelumnya karena Amir pada kagum pada tokoh X diapun ramah pada X. Setelah terjadi perubahan informasi dan pendapat, keramahannya berpindah pada XY.

Tujuan yang tertinggi dalam komunikasi adalah perubahan perilaku atau tingkah laku. Setelah terjadi perubahan informasi, pendapat dan sikap, yang tadi misalnya Amir akan masuk partai pimpinan X, pilihan kemudian masuk partai yang dipimpin XY.

Artinya banyak hal sajian media massa dengan tujuan komunikasi tertinggi. Tetapi jika yang dicapai tidak mengena, maka sajian melalui media massa tujuannya paling sedikit untuk diketahui saja. Hal ini sudah sesuai dengan Fungsi dari Pers atau media massa itu.

Dengan teori–teori di atas, sebetulnya media massa sangat berperan dalam kehidupan manusia. Coba kita perhatikan perilaku kita sehari–hari. Sebagian orang ketika bangun tidur langsung hidupkan televisi, pilih Hikmah Fajar lalu mendengarkan berita pagi, biasanya sambil melakukan kegiatan lain. Baca Koran dirumah atau di kantor. Waktu istirahat kadang–kadang mendiskusikan berita hangat hari ini. Malam mau tidur masih baca Koran, karena tidak sempat baca koran pagi. Atau menonton dunia dalam berita, sekarang info terkini. Banyak berita pilihan yang dilihat, ditambah informasi lokal dari  televise swasta lokal yang ada.

Perilaku lainnya kalau mau keren mengucapkan selamat duka dan suka melalui media massa. Kirim berita agar semua orang tahu. Atau membaca iklan sebagai hal sambilan, atau memang perlu untuk membeli atau menjual barang tertentu. Mau nonton film pun lihat jam pertunjukkan di Koran. Bahkan kalau ingin tambah ngetop nulis di Koran atau undang TV untuk suatu kegiatan.

Apalagi kini suratkabar memberikan ruang advertorial bagi pembaca untuk menyampaikan informasi apa yang terjadi pada diri, kelompok atau komunitasnya. Tidak tanggung-tanggung, siapapun boleh menggunakannya, asal bayar sesuai dengan tarif yang berlaku.

Bagaimana dengan radio, radio adalah teman yang setia di kala Koran dan TV tidak menarik. Sepanjang hari radio dapat dihidupkan. Terutama ibu – ibu yang mendengarkan radio sambil masak, atau mengasuh anak. Sambil mengendarai mobilpun lebih asyik dengan radio. Tidak berbeda jauh dengan suratkabar, semua orang dapat mengisi dan bersiaran dalam programnya. Tentu saja asalkan bayar durasi siarannya.

Karenanya, kedua media ini disamping dapat mempromosikan barang dan jasa dan pribadi-pribadi seseorang. Dan akibatnya kedua media ini menjadi alat yang ampuh dalam promosi pemilukada. Saat ini tiada media tanpa advertorial calon bupati, walikota, dan gubernur.

Karena itu secara tidak langsung apa yang disajikan media massa seakan–akan itu merupakan perintah agar orang mengikuti apa yang diinginkan. Kalau mau bukti, bintang–bintang film terkenal selalu menggunakan sabun Lux untuk membersihkan badannya, kebetulan hari itu persediannya sabun mandi habis, maka tanpa pikir langsung membeli Lux untuk mandi sendiri. Karena dalam bayangan benak seseorang kalau pakai Lux akan secantik  Luna Maya. Banyak orang menonton film Ayat-Ayat Cinta,  karena iklannya ditayangkan di media massa, yang memang filmnya sangat asyik dan menarik.

Disisi lain, TV juga menyajikan berbagai macam sinetron. Penonton secara tidak sadar menerima tayangan yang memberi stigma dan memojokkan perem­puan. “Ada sinetron yang berbau religius, tetapi justru menempat­kan perempuan pada posisi sub­ordinat. Seperti sinetron Bunglon yang membawa isu trafficking pe­rempuan, tetapi solusi yang dita­warkan adalah menempatkan la­ki-laki pahlawan, sementara perempuan menunggu untuk di­selamatkan.

Publik atau pemirsa televisi berhak memprotes tayangan-tayangan yang tidak mencerdaskan. Untuk mengubah acara televisi yang cenderung membodohi itu ke siaran yang lebih mencerdaskan bangsa, tidak bisa diserahkan kepada pemilik modal, tapi harus ada tekanan masif dari publik, dan tidak bisa berharap pada ke­sukarelaan pemilik stasiun tele­visi.

Atau anda tidak setuju dengan judul di atas, silahkan menghindar dari media massa, dan anda akan merasa hidup dalam hutan yang sunyi sepi. Atau anda akan mengakses internet saja, itupun boleh, tapi informasi yang anda terima belum tentu jujur. Lahirnya televisi komunitas hampir di seluruh Indonesia  pasca reformasi.

Kehidupan manusia secara tidak langsung banyak dipengaruhi oleh media massa, tapi bukan berarti semua manusia. Yang dimaksud manusia di sini, adalah manusia yang tersentuh media massa itu sendiri. Dan untuk dapat tersentuh itu diperlukan kesadaran seseorang untuk mau memiliki media massa. Untuk media massa cetak , orang harus membeli koran atau majalah untuk dibaca. Begitu juga dengan media massa elektronik untuk didengar dan ditonton. Kini dengan multi media, orang harus membaca sambil menonton dan mendengar.

Walaupun peranan media massa itu ada, tidak berarti semuanya tergantung kepada media massa itu. Manusia diberi kemampuan untuk memilih sajian mana yang harus ditiru, dan mana yang harus ditolak. Dan dalam Ilmu Komunikasi perilaku manusia yang muncul itu tergantung pada Frame of Reference (Kerangka Acuan) dan Field of Experience (Pengalaman).

Selanjutnya diberikan beberapa contoh penggunaan Ilmu Komunikasi dalam kehidupan

 

A. PROSES KOMUNIKASI UNTUK PERUBAHAN PERILAKU

PERENCANAAN KOMUNIKASI HIV/AIDS

Isi dan Proses

Komunikasi dapat merupakan percakapan biasa, seperti menjelaskan hal tertentu, mengajukan pertanyaan atau hanya berbicara untuk melewatkan waktu saja. Akan tetapi dalam ”komunikasi kesehatan” kita berkomunikasi dengan tujuan khusus untuk

mempromosikan peningkatan perilaku kesehatan yang berdasarkan perubahan faktor manusia, sosial, lingkungan dan politik yang berpengaruh kepada perilaku. Konunikasi, pada H/V % AIDS juga punya tujuan yang serupa, namun hal ini lebih kompleks dan sensitif karena pada akhirnya membicarakan tentang perilaku seks dan seksualitas  perilaku berisiko yang sulit untuk diterima oleh masyarakat

 

Permainan Berbisik

Untuk memperjelas ilustrasi proses komunikasi di atas, maka dapat digunakan Permainan berbisik sebagai berikut.

  • Semua peserta duduk dalam sebuah lingkaran.
    • Pilih salah satu peserta dan tunjukkan sebuah pesan pendek tertulis pada kartu indeks dalam waktu singkat.
    • Mintalah kepada orang yang dipilih ini untuk berbisik ke telinga orang di sebelahnya satu kali
    • Proses tersebut di atas harus diulang kembali sampai mencapai orang yang menyampaikan pesan pertama kali. Mintalah peserta terakhir untuk mengucapkan dengan keras pesan Yang diterimanya.
    • Bacakan dengan keras pesan pertama kali yang disampaikan kepada kelompok Kadang kadang pesan kedua sering berbeda.
    • Kemudian diskusikan secara singkat mengapa pesan terakhir berbeda dengan pesan yang disampaikan pertama kali.
    • Ajaklah para peserta untuk memberikan komentar bagaimana caranya agar kesalahan  mengartikan pesan dapat dihindari.

Pesan permainan dapat berisi : Anita positif mengidap HIV dikeluarkan dari tempatnya bekerja

Proses Komunikasi

 

Selama bertahun-tahun, model komunikasi dengan 9 elemen telah dikembangkan. Dua elemen yang mewakill pihak utama dalam komunikasi ini yaitu : pengirim / sumber dan penerima komunikasi. Dua elemen lain yang mewakilr atat komunikasi utama yaitu : pesan  dan media penyampai. Empat elemen fungsi komunikasi utama yaitu : pemikiran penerima pesan, penegirimaan pesan, tanggapan, dan umpan balik. Elemen kesembilan mewakili  gangguan komunikasi (noise) dalam sistem.

“pengirim/sumber”.

Pengirim juga disebut sebagai sumber komunikasi; yaitu pihak yang. mengirimkan ”pesan ke pihak lain. Masyarakat dipaparkan pada komunikasi dari banyak sumber yang berbeda dan iebih menyukai untuk mempercayai komunikasi dari seseorang atau organisasi yang mereka percayai. Beberapa faktor yang ‘mernpengaruhi kepercayaan sumber komunikasi yaitu kredibilitas, usia, jenis kelamin, adat istiadat, bahasa , pendidikan dan keahlian  berkomunikasi.

“Pemikiran pengirim Pesan”

Pemikiran pengirim pesan adalah suatu proses merubah pemikiran/ide kedalam bentuk simbolik. Hal ini dapat saja dalam satu bentuk indra perasa yang dikenal oleh manusia seperti pembicaraan, kesan, sentuhan, indra pencium, dll. Pemikiran yang diekspresikan di tayangan menggunakan kombinasi teks, visual untuk membawa ke pemikiran khusus.

 

Bentuk Pesan

Pesan adalah sekelompok simbol-simbol yang dikirimi oleh pengirim. Pesan ini mengandung perihal yang biasa dikomunikasikan termasuk cara (appeal), perkataan gambar-gambar dan suara-suara yang anda pergunakan untuk mendapatkan ide-ide langsung. Keefektifan pesan tergantung kepada macam sifat saran yang diberikan. Cara (appeal) dimana terdiri dari pesan yang diorganisir, format yang dipergunakan (mass media inter personal), perkataan, gambar gambar dan tanda-tanda non-verbal yang dikirim.

 

Saluran dalam proses komunikasi

Saluran (channel) mengacu pada jalur jalur di mana pesan (komunikasi) berpindah dari pengirim ke penerima. Hal ini juga mengacu pada metode komunikasi. Ada dua kelompok utama dalam metode ini yaitu : komunikasi inter personal dan media massa. Media massa termasuk TV, Radio, koran, dll. Sedangkan komunikasi inter personal melalui sernua bentuk saluran dimana interaksi langsung antara pengirim dan penerima terjadi.

 

Penangkapan arti pesan

 

Penangkapan arti pesan adalah proses di mana penerima mengartikan simbol yang dikirim oleh si pengirim. Untuk terjadinya komunikasi yang efektif, sangatlah penting bahwa proses penangkapan arti pesan sesuai dengan proses perekaman pesan. Semakin besar tumpang tindih antara perekaman pesan dan penangkapan arti -pesan: rnaka akan lebih jelas pula proses komunikasi tersebut

 

Penerima

Penerima disebut juga sebagai pendengar (audios), yaitu pihak yang menerima pesan. Langkah pertama dalam setiap komunikasi adalah mempertimbangkan tipe penerima pesan yang dituju. Setiap komunikasi harus memperhatikan tingkat pendidikan, kebiasaan penggunaan media, budaya,bahasa, minat, usia dan jenis kelamin dari penerima, pada saat menciptakan dan mengkomunikasikan pesan-pesan. Metode yang efektif untuk satu pendengar belum tentu akan efektif untuk pendengar lainnya. Dua orang dapat mendengarkan satu program radio, met/hat poster yang sama atau menghadiri kuliah yang sama tetapi pemahaman artinya bisa raja berbeda

 

Respon dan Umpan Balik

Sebuah respon adalah satu urutan reaksi yang dimiliki oleh penerima pesan setelah mendengar/ menerima sebuah pesan. Umpan batik adalah bagian dari tanggapan penerima pesan yang dikomunikasikan kembali o/eh si penerima pesan. Hal ini biasanya menjelaskan berhasil atau tidaknya suatu usaha komunikasi.

Gangguan Komunikasi

Gangguan komunikasi adalah distorsi yang tidak direncanakan selama proses komunikasi, yang mengakibatkan penerima menerima perbedaan pesan yang dikirim oleh pengirim . pesan. Keputusan untuk mendengarkan satu program radio bersamaan dengan program lainnya bercampur menjadi satu. Tetapi hal lain muncul tanpa disadari misalnya seperti melihat sebuah poster sambil berjalan. Bila manusia menerima begitu banyak pesan secara bersamaan, maka ada kemungkinan pesan yang panting tidak terekam karena pikiran manusia terbatas sesuai dengan kemauan/minat mana yang diperhatikan atau yang mana diacuhkan

Fasilitator dapat menggunakan permainan berbisik untuk mendemonstrasikan beberapa elemen model komunikasi. Tanvakan kepada para peserta apakah yang menjadi masalah khusus pada saat berkomunikasi tentang HIV/AIDS?

Bahasa?. Tabu? Stigma? Kepercayaan adat / budaya?

Penutup

Fasilitator merangkum Proses Komunikasi mengacu pada tulisan di atas lalu memberikan kepada audienns diakhir sesi.

Siapa yang mengirimkan pesan biasanya sangat tergantung kepada kredibilitas, usia, adat istiadat/budaya yang melatarbelakanginya, bahasa yang digunakan dan ketrampilannya berkomunikasi.

Dalam menyampaikan pesan pengirim pesan memikirkan bagaimana cara menjelaskan dan mendiskripsikan HIV menyerang sistem kekebalan darah. Kekebalan sendiri diibaratkan seperti tentara yang melindungi negaranya. Inilah yang disebut pemikiran pengirim pesan.

Sehingga pesan yang disampaikan menjadi ; Badan kita seperti negara dan kekebalan tubuh seperti tentara yang melindungi negaranya. HIV seperti musuh yang mengurangi jumlah tentara dalam tubuh kita dan menambah jumlah mereka dalam tubuh kita.

Lalu saluran mana yang akan kita gunakan, dapat melalui tatap muka, suratkabar, radio atau televisi atau media on line.

Penangkapan arti pesan. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh. Makhluk asing membunuh tentara sama dengan HIV menembus kekebalan tubuh.  Hal ini tergantung pada tingkat pendidikan, adat kebiasaan, usia dan jenis kelamin, minat, dan bahasa yang digunakan dari si penerima pesan. Setelah itu akan ada respon/umpan balik.  Audience akan bertanya ”Apakah kita punya vaksin untuk melindungi terhadap inveksi HIV. Disisi lain AIDS tidak dapat diobati.

PROSES KOMUNIKASI

Semua Perencana dan Manager Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) harus mengerti bagaimana komunikasi berlangsung secara efektif. Selama ini ahli komunikasi mengatakan bahwa model komunikasi akan menjawab (1) siapa (2) apa yang dikatakan (3) dalam jalur apa (4) kepada siapa (5) hasilnya apa. Selama ini, telah digunakan model komunikasi dengan sembilan elemen. Dua elemen mewakili peran utama ‘alam komunikasi – Pengirim dan Penerima. nua lainnya yang mewakili alat utama dalam komunikasi : pesan dan saluran komunikasi.

Empat elemen yang mewakili fungsi utama komunikasi yaitu pemikiran pengiriman pesan, penangkapan arti pesan, tanggapan dan umpan batik. Satu elemen terakhir adalah suara.

Elemen-elemen ini dijelaskan sebagai berikut :

Pengirim

Juga disebut sebagai sumber dari komunikasi. Pihak yang mengirim pesan ke pihak lain.

Pesan
Sekelompok simbol/ informasi yang dipindahkan oleh Pengirim.

Saluran (chanel)

Jalur      media     komunikasi    dimana pesan dipindahkan dari pengirim ke penerima.

Penangkapan Arti Pesan

Proses dimana Penerima menangkap arti simbol/ informasi yang ditransmisikan oleh Pengirim.

Pemikiran Pengiriman Pesan, Proses menyimpan pikiran ke bentuk simbolik

Penerima Pesan

(juga disebut Pendengar/audiense). Pihak yang menerima pesan yang dikirim oleh pengirim.

Tanggapan

Sekelompok reaksi yang ada pada penerima setelah diarahkan ke suatu pesan.

Umpan Balik

Bagian dari reaksi pada penerima yang dikomunikasikan kembali oleh si penerima’kepada si pengirim.

Suara

Suatu gangguan yang tidak direncanakan dalam proses komunikasi, yang mengakibatkan Penerim1menerima pesan berbeda dengan yang dikirim oleh Pengirim.

Model. tersebut menggambarkan faktor kunci dalam kbrnunikasi yang efektif. Langkah pertama dalam merencanakan setiap komunikasi adalah untuk mengetahui pendengar yang dituju dan tanggapan-tanggapan yang muncul. Metode yang bisa efektif untuk seseorang belum tentu bisa efektif untuk yang lainnya. Dua orang dapat menghadiri pembicaraan yang sama. mendengar­kan satu program radio yang sama atau melihat poster yang sama, tetapi dalam penterjemahan­nya bisa saja berbeda. Pengirim harus trampil dalam memikirkan pengiriman pesan termasuk bagaimana pendengar yang dituju menangkap arti pesan.

Agar suatu pesan dapat efektif, maka sangat penting diperhatikan pemikiran pengirim pesan sesuai dengan penangkapan arti pesan. Juga penting adanya sebuah sumber diterima secara benar. Masyarakat terpapar oleh komunikasi dan berbagai sumber dan lebih dapat mempercayai seseorang atau dari sebuah organisasi yang mereka percaya. Masyarakat mungkin saja tidak mempercayai program radio atau program tv hanya karena produk pesan diproduksi oleh Menteri Kesehatan. Petugas Kesehatan seringkali menjadi orang yang jarang didengar. Anda harus mengetahui siapa pendengar yang anda tuju. kepada siapa mereka akan lebih positif mern­berikan tanggapan. Penting untuk melibatkan mereka dalam proses komunikasi.

Isi dan Proses

Proses menyimpan pikiran ke bentuk simbolik Yang diperlukan untuk perubahan perilaku

• Mulailh sesi ini dengan menanyakan beberapa pertanyaan. Beberapa pertanyaan tersebut bisa seperti berikut ini :

Apa yang ingin kita coba komunikasikan tentang AIDS? kepada siapa kita .ingin berkomunikasi?

Perilaku apakah yang kita harapkan dari orang tersebut sebagai hasil usaha komunikasi kita? Bagaimana seseorang mengambil tindakan pencegahan? Apa  pertimbangan yang diambil oleh sesecrang yang berperilaku berisiko untuk mengadopsi praktek seks aman?

Diskusi diantara para peserta harus diarahkan pada tujuan (goal) kegiatan penanggulangan HIV/AIDS/PMS.

Tulislah bermacam-macam tanggapan dari para peserta pada flip chart atau papan tulis. Pastikan bahwa perubahan perilaku adalah sebagai salah satu maksud tujuan. Diskusikan secara singkat anti dari perubahan perilaku.

Memahami Perubahan Perilaku :

-       Lakukan diskusi tentang bagaimana orang-orang mempunyai perilaku yang berbeda dan harus mengubah atau memodifikasi perilaku tersebut dalam kehidupanmereka. Hal ini bisa berkaitan dengan berbagai macam tahap kehidupan dan kepribadian seperti cara benpakaian, cara makan, cara berbicara, merokok, minum, berolah raga, dll.

-       Minta!ah kepada peserta memperhatikan flip chart yang bertuliskan “TIDAK AMAN dan AMAN”. Kemudian mereka diminta membayangkan bahwa pada saat ini mereka berada dibagian yang ‘TIDAK AMAN” dengan perilaku tertentu yang ingin diubah, dan tujuan mereka adalah untuk mencapai sisi yang AMAN.

-       Bagilah peserta menjadi beberapa kelompok. Komposisi setiap kelompok sebaiknya tetap sama untuk semua sesi latihan, dan untuk semua modul.

Mintalah para peserta untuk berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing tentang bermacam\ macam perilaku tidak aman yang mungkin saja mereka miliki atau yang ingin diubah serta langkah-langkah yang harus dilakukan untuk perubahan ini. Tujuannya adalah untuk memberikan ilustrasi berbagai langkah terkait dalm perubahan perilaku dan untuk mengidentifikasikan bermacam faktor yang dapat mempengaruhi perilaku.

  • Mintalah setiap kelompok untuk mengambil satu perilaku yang didiskusikan dalam kelompoknya dan tulislah di flip chart lima langkah yang diambil untuk perpindahan dari sisi “TIDAK AMAN ke AMAN”.
  • Setelah semua peserta selesai, sediakan setiap kelompok satu set kartu indeks yang sudah dikocok yang terdiri dari langkah-langkah perubahan perilaku. Mintalah setiap kelompok untuk mencocokkan kartu-kartu tersebut dengan lima langkah perubahan perilaku yang telah mereka tempelkan di flip chart sebelumnya dan buatlah model perubahan perilaku.
  • Informasikan kepada para.peserta bahwa mereka dapat renarnbahkan iebih banyak kartu indeks dari apa yang telah dibuat atau dari model perubahan perilaku yangdda. Bari kebebasan kepada setiap kelompok membuat beberapa perubahan model apabila dianggap perlu.
  • Mintalah setiap kelompok untuk mempresentasikan model perubahan perilaku dalam piano.

Model Perubahan Perilaku :                                 

  • Gunakan contoh yang telah dibuat oleh kelompok dan penjelasan untuk menggaris bawahi model perubahan perilaku. Gunakan point-point yang ada untuk menjelaskan model perubahan perilaku seputar HIV/AIDS.
  • Gunakan penjelasan untuk menekankan perbedaan antara perubahan perilaku jangka panjang dan perubahan perilaku sementara.

Perubahan perilaku sementara adalah perilaku-perilaku yang dicapai hanya dalam wakt singkat dan umumnya hanya membutuhkan sedikit upaya dari individu. Misalnya imunisasi memerlukan satu /sedikit upaya dari keluarga untuk memastikan bahwa anak mendapa imunisasi. Perubahan perilaku jangka panjang, kebalikannya, menuntut seseorang untuk memodifikasi dan menjaga perilakunya tersebut selama beberapa waktu. Berhenti merokok adalah salah satu contoh perubahan perilaku jangka panjang. Sama halnya denga HIV/AIDS/PMS, manusia harus mengubah perilaku mereka dan menjaga perubaha tersebut sepanjang hidupnya. Oleh karenanya, setiap upaya komunikasi harus memperhatikan tujuan tersebut ketika mulal merencanakan pesan-pesan

Katakan bahwa proses perubahan perilaku pada setiap orang tidak selalu harus mengikuti urutan tahapan yang ada atau ada pola perubahan yang sifatnya tetap. Bisa saja terjadi individu tersebut akan berproses maju dan mundur sebelum akhirnya mengadopsi perilaku baru seterusnya.

Gunakan penjelasan untuk mengilustrasikan bahwa perubahan itu jarang sekali menjadi sesuatu yang mudah bagi setiap individu dan ada faktor-faktor lain memegang peranan penting. Gunakan sesi ini untuk menjelaskan bagan dukungan yang mungkin dibutuhkan (dukungan teman sebaya, pendidikan, konseling, pelayanan klinik, kondom, dll).

Adalah hal yang penting bahwa dukungan pelayanan seperti kondom, konseling, perawatan fasilitas pengobatan IMS tersedia bagi orang yang berupaya untuk mengubah perilak dirinya. Juga menjadi panting bahwa lingkungan sosial seputar orang tersebut jug mendukung proses perubahan perilaku individu tersebut. Ketidak hadiran .lingkungan sekita yang dimaksud akan menyebabkan komunikasi tidak efektif dan akan menambah hambatan perubahan perilaku.

• Perlu diinformasikan pada para peserta bahwa seseorang mungkin saja ada dalam perbedaan tingkat perubahan perilaku pada waktu tertentu. Karena itu diperlukan beberapa pesan berbeda melalui beberapa jalur media yang berbeda.

Perubahan Perilaku Sementara

 

Perubahan Perilaku Jangka Pandek / Cepat
Perubahan perilaku cepat adalah perilaku yang dicapai hanya dalam waktu singkat dan umumnya hanya membutuhkan sedikit upaya dari individu Misalnya, imunisasi memerlukan satu (sedikit) usaha dari keluarga untuk memastikan bahwa anak mendapat imunisasi Perubahan perilaku jangka panjang, Sebaliknya, menuntut seseorang untuk mengubah dan menjaga perilakunya tersebut selama beberapa waktu. Berhenti merokok misalnya, adalah salah satu contoh perubahan perilaku jangka paniang. Sama halnya dengan HIV/AIDS/PMS, manusia harus mengubah perilaku mereka dan menjaga perubahan tersebut sepanjang hidupnya. Oleh karenanya, setiap upaya komunikasi harus memperhatikan tujuan perubahan perilaku tersebut ketika mulai merencanakan pesan-pesan

Proses Perubahan Perilaku

Mendapatkan informasi/ Sadar

Pada mulanya manusia tidak menyadari bahwa perilaku tertentu dapat mendatangkan bahaya. Langkah pertama dalam program perubahan perilaku yaitu membuat seseorang sadar.

Dalam kasus kebutuhan hubungan seksual yang aman, pertama-tama seseorang perlu mengetahui informasi dasar mengenai HIV/AIDS/PMS yang tersedia melalui berbagai saluran media komunikasi dan komunikasi inter personal.

Seseorang yang memiliki perilaku berisiko dapat disadarkan tentang HIV/AIDS/PMS, terutama dengan menggunakan komunikasi inter personal  melalui LSM, kelompok swadaya masyarakat atau petugas kesehatan ketika merawat penderita 1MS.

Menaruh perhatian Informasi harus diberikan sedemikain rupa agar para pendengar merasa informasi ini dapat berguna bagi mereka. Misal pendengar menaruh perhatian dan masyarakat termotivasi untuk menilai perilaku mereka masing-masing.

Pendekatan Media massa yang ditujukan kepada kelompok masyarakat umum kurang efektif dalam menarik perhatian dan menghadapi penolakan, khususnya pada kelompok risiko yang terbesar. Pendekatan komunikasi yang interpersonal, lebih bermanfaat.

Berpengetahuan dan trampil

Padasaat seseorang menaruh perhatiannya, maka is akan mendapat lebih banyak pengetahuan melalui berbicara kepada temannya, petugas sosial atau klinik kesehatan untuk meminta informasi lebih jauh mengenai bahaya AIDS/IMS dan metode pencegahannya.

Pendekatan komunikasi interpersonal Iebih jauh lagi diperlukan pada tahapan ini, terutama program pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan melalui mendiskusikan masalah perilaku seks dan seksualiltas serta negosiasi tentang perilaku seks yang bertanggungjawab.

Termotivasi dan Siap Untuk Berubah

Setiap individu secara serius mulai memikirkan kebutuhan untuk melindungi diri mereka masing­masing dan orang yang mereka cintai dari AIDS atau IMS lainnya. Inilah saatnya mereka menjadi termotivasi dan siap untuk berubah. Mereka mungkin telah memikirkannya sejak lama dan memutuskan untuk- -tidak –rnelakukan hubungan seks dengan berganti pasangan atau melakukan hubungan seks dengan menggunakan kondom.

Pada bagian ini, kondom harus dapat diperoleh dengan mudah dan orang tersebut harus merasa mampu menggunakan kondom dan menegosiasikan hubungan seks yang aman. Media massa yang ditargetkan dapat membantu

menciptakan suasana lingkungan yang mendukung dengan memperlihatkan peran model dan mengkampanyekan pandangan positif dari perilaku hubungan seks yang aman. Pesan positif dari teman sebaya biasanya bisa efektif.

Mencoba Perilaku Baru

Dalam ,tahap berikutnya, individu berada dalam situasi dimana hubungan seks dapat dilakukan dan situasi mereka mempunyai akses untuk mendapatkan kondom. Mereka kemudian bisa memutuskan untuk mencoba perilaku barunya.

Hasil dari setiap usaha perubahan perilaku ini akan dinilai kembali. Apabila dalam praktek pengalamannya terlalu sulit atau memalukan karena kekurangan pengalaman atau ketrampilan, make mereka mungkin tidak akan mencoba Magi dalam waktu lama. Karena itu ketrampilan untuk bernegosiasi dalam penggunaan kondom dan pemakalan kondom secara benar sangat panting

Proses Perubahan Perilaku Perubahan yang bertahap

Membawa seseorang ke perubahan perilaku adalah suatu proses yang sulit. Tugas inl lebih kompleks karena oleh sensitif dan sifat perorangan terhadap masalah yang sangat berkaitan dengan permasalahan seks dan seksualitas.

Bermacar,-macam pendekatan dan pesan-pesan diperlukan untuk mendorong perilaku individu dan masyarakat secara bertahap

MODEL PERUBAHAN PERILAKU

 

Belum menyadari

#

Diberi pengetahuan / sadar

#
Menaruh perhatian

#

Berpengetahuan dan trampil

#
Motivasi untuk berubah

#
Siap untuk berubah

#
Mencoba perilaku baru

#
Mempertahankan/ Menerima perilaku baru

DAFTAR PUSTAKA

Denis McQvai1,1985, Mass Communication Teori, USA: Sage Publisher. GunawanMuhammad, Bahasa Jurnalstik Indonesia, Dewan Pers, Jakarta.

Jalaluddin Rakhmat,1985, Psikologi Komunikas , Bandung: Remadja Karya, Bandung

Hanafi,A. 1984, Memaham Komunikasi Antar Manusia, Surabaya: Usaha Nasional. Onong Uchjana: Effendy, 1981, Dimensi-Dimensi Komunkasi, Bandung: Alumni. Onong Uchyana Effendy, 1986, Dinamika Komunkas, Bandung: Remaja Karya CV Susanto S. Astrid, 1980, Komunkasi Sosial di Indonesia,; Bandung: Bina Cpta

Wilbur Schramm, 1954, The Process and Effect of Communication, The University of Illiois Press.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: